Medan | kabarrakyatnusantara.com
Rapat forum diskusi bersama sebagai wadah untuk bertukar pikiran, memperoleh pemahaman yang komprehensif yang diselenggarakan API dengan mengundang beberapa lembaga perkumpulan untuk menuntaskan berbagai permasalahan sehubungan dengan dinamika yang berkembang terkait Chapel Oikumene USU bertempat di Gedung Kuliah GHA Kampus USU Jum’at (19/6/26) sekira pukul 15.00 Wib hingga selesai
Yang mana beberapa agenda yang di diskusikan dalam rapat salah satunya membentuk Forum Peduli Chapel USU, forum ini kemudian membentuk tim rekonsiliasi dan akan melakukan diskusi dengan mengundang pengurus organ Chapel USU.
Rapat ini digagas dan dikordinir oleh DPD API yang mana adalah wadah pemersatu pendeta lintas denominasi gereja berdiskusi bersama perwakilan mahasiswa Kristen, tokoh Gereja lintas Denominasi, Persatuan Gereja Indonesia, DPD Persatuan Wanita Kristen Indonesia, Bamagnas, Persura, STT Solafide dan lembaga PPDI.
Ending Kesepakatan Diskusi
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Sumut Asosiasi Pendeta Indonesia dalam diskusi mengatakan saat ini membentuk pengurus Forum Peduli Chapel USU adalah sebagai delegasi agar memudahkan jalan komunikasi untuk menuntaskan permasalahan yang ada, dan pihak Rektorat USU beserta Majelis Chapel USU sudah mempersiapakan beberapa poin selama proses Revitalisasi seperti memberikan kesempatan kepada Pdt. Gloria Bale utk melayani di Chapel USU memberikan tempat tinggalnya sampai 2027 dan memberikan gaji sampai 1 tahun kedepan.
Kesepakatan dari hasil diskusi menetapkan Pengurus Forum Peduli Chapel USU, yang mana Ketua terpilih Pdt. Dr. Rosiany Hutagalung, M.Th, Wakil Ketua Pdt.Luddiman Matondang.M.Th, Sekretaris Pdt.Dr.Julius Sianturi,MA,.M.Pd.K,.D.C.C , Wakil Sekretaris Ev Janri Laning.M.Th
Ketua forum terpilih Pdt. Dr. Rosiany Hutagalung menjelaskan dalam konfrensi pers,
“saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberi kepada kami jujur ini bukan pekerjaan yang mudah dan gampang, kami ada disini bukan sebagai tandingan dari rekan-rekan yang lain tetapi kami memiliki kerinduan supaya masalah ini dapat diselesaikan dengan baik, jika masalahnya telah diselesaikan tentunya lebih mempermudah dan memperlancar untuk renovasi karena ada waktu yang telah ditentukan oleh pihak Rektor Usu, Nah…sat ini umlah mahasiswa Kristen mencapai 10000 tidak memadai untuk tempat ibadah itu sebabnya ada keinginan yang sangat besar untuk merenovasi dan pihak rektorat USU dan rekan-rekan pengurus ingin mengosongkan gedung yang akan di renovasi.” papar Rosiany
Ia menambahkan bahwa tidak ada keinginan untuk menggusur ataupun menutup sebab tujuan terpenting merenovasi. Jadi kita harus memahami duduk masalahnya agar tidak menjadi isu isu yang lain, dan selama direnovasi kebaktian tetap berjalan di tempat yang sudah disediakan dan Ibu pendeta tetap terus melayani sesuai dengan jadwal, kemudian dalam waktu dekat kami punya keinginan untuk duduk bersama Ibu pendeta dan juga pihak-pihak lainnya. (Red)








