‎1 Muharram 1448 H: Saat Hijrah Menjadi Gerakan Nyata, Bukan Sekadar Seremoni‎‎‎‎

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Medan|KRN- Setiap kali Tahun Baru Islam tiba, ucapan selamat dan doa memenuhi berbagai ruang, mulai dari masjid, media sosial, hingga percakapan sehari-hari. Namun, ada satu pertanyaan yang jarang kita ajukan kepada diri sendiri: apakah hijrah yang kita peringati setiap 1 Muharram benar-benar telah menjadi gerakan perubahan dalam kehidupan kita, atau hanya menjadi agenda tahunan yang berlalu tanpa jejak?

‎Pada 16 Juni 2026, umat Islam memasuki 1 Muharram 1448 Hijriah. Momentum ini bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Ia adalah pengingat tentang keberanian mengambil keputusan besar untuk meninggalkan keadaan yang tidak lagi membawa kebaikan menuju masa depan yang lebih bermakna. Hijrah Nabi Muhammad SAW bukan hanya perpindahan tempat, melainkan transformasi cara berpikir, cara membangun masyarakat, dan cara menciptakan peradaban.

‎Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, makna hijrah justru semakin relevan. Banyak orang mengejar kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, dan berbagai inovasi modern. Namun, tidak sedikit yang lupa bahwa kemajuan sejati tidak hanya diukur dari kecanggihan alat, tetapi juga dari kualitas manusia yang menggunakannya. Kita hidup di era ketika informasi sangat mudah diperoleh, tetapi kebijaksanaan semakin sulit ditemukan. Kita semakin terhubung secara digital, tetapi sering kali semakin jauh secara sosial.

‎Karena itu, Muharram tahun ini dapat dimaknai sebagai momentum hijrah dari budaya mengeluh menuju budaya mencari solusi. Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi sering kali kekurangan orang yang bersedia mengambil tanggung jawab. Kita mudah mengkritik keadaan, namun belum tentu siap menjadi bagian dari perubahan. Padahal, hijrah yang sesungguhnya dimulai ketika seseorang berani berkata, “Jika keadaan belum berubah, maka saya harus memulai perubahan itu dari diri sendiri.”

‎Bagi generasi muda, 1 Muharram 1448 H juga menjadi panggilan untuk berhijrah dari sikap pasif menuju produktif. Media sosial sering membuat seseorang sibuk membangun citra, tetapi lupa membangun karya. Banyak yang ingin dikenal, tetapi belum banyak yang ingin bermanfaat. Padahal, sejarah mencatat bahwa peradaban besar dibangun oleh mereka yang lebih fokus bekerja daripada sekadar terlihat bekerja.

‎Lebih jauh lagi, Muharram tahun ini seharusnya menjadi momentum hijrah kolektif bagi masyarakat Indonesia. Hijrah dari perpecahan menuju persatuan, dari sikap saling curiga menuju saling percaya, dan dari kepentingan kelompok menuju kepentingan bersama. Sebab bangsa yang kuat bukanlah bangsa yang tidak memiliki perbedaan, melainkan bangsa yang mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan.

‎Pada akhirnya, 1 Muharram 1448 H bukan tentang seberapa banyak ucapan yang kita bagikan, melainkan seberapa besar perubahan yang kita wujudkan. Tahun baru Hijriah mengajarkan bahwa masa depan tidak akan berubah hanya karena kalender berganti. Masa depan berubah ketika manusia berani mengubah dirinya, lingkungannya, dan cara pandangnya terhadap kehidupan.

‎

‎Maka, ketika matahari terbit pada 16 Juni 2026, mari menjadikan Muharram bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi titik awal lahirnya pribadi-pribadi yang lebih berintegritas, masyarakat yang lebih peduli, dan bangsa yang lebih berkemajuan. Sebab hijrah yang paling berharga bukanlah perpindahan langkah, melainkan perpindahan kualitas diri menuju versi terbaik yang diridhai Allah SWT.

‎Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Saatnya berhijrah dari niat menjadi tindakan, dari harapan menjadi karya, dan dari kata-kata menjadi perubahan nyata.

‎
Penulisnya:
‎H.Hendra Cipta. SE,. MM
‎Mahasiswa S3 Komunikasi Penyiaran Islam UIN Sumut

Berita Terkait

Kolaborasi Forwaka Medan dan DKP3 Kota Medan Dalam Penyebarluasan Informasi Publik
Hari Bhayangkara ke-80, Pengabdian Tanpa Batas untuk Indonesia‎‎
Dosen dan Pegawai Kristen USU Dukung Penyelesaian Renovasi Chapel USU, Ibadah Tetap Berjalan Selama Masa Renovasi
Forum Peduli Chapel USU Adalah Sebagai Delegasi Agar Memudahkan Jalan Komunikasi
Izin Lingkungan Hidup PT Dairi Prima Mineral Di Tolak Para Demo
‎1 Juni 2026: Pancasila di Tengah Arus Perubahan, Harapan Besar untuk Masa Depan Indonesia‎‎‎‎
Idul Adha: Ketika Dunia Sibuk Memiliki, Ibrahim Mengajarkan Cara Melepaskan
Kuasa Hukum Hormati Proses Hukum Ahmad Dedi Bantah Tuduhan Kabur Dari Media Dan Kehadirannya Di KPK Sebagai Saksi

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:48 WIB

Kolaborasi Forwaka Medan dan DKP3 Kota Medan Dalam Penyebarluasan Informasi Publik

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:35 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Pengabdian Tanpa Batas untuk Indonesia‎‎

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:37 WIB

Dosen dan Pegawai Kristen USU Dukung Penyelesaian Renovasi Chapel USU, Ibadah Tetap Berjalan Selama Masa Renovasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:33 WIB

Forum Peduli Chapel USU Adalah Sebagai Delegasi Agar Memudahkan Jalan Komunikasi

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:46 WIB

‎1 Muharram 1448 H: Saat Hijrah Menjadi Gerakan Nyata, Bukan Sekadar Seremoni‎‎‎‎

Berita Terbaru