Parsikaman | KRN
Bencana longsor besar melanda kawasan ini, menyebabkan akses jalan lumpuh total dan menimbulkan korban jiwa yang belum pasti jumlahnya. Longsor yang terjadi di jalur Sibolga-Tarutung ini menimbun ratusan rumah, truk, mini bus, dan sepeda motor, puluhan jiwa serta memutus akses transportasi utama di daerah tersebut. (/30/11/25). Desa Parsikaman Adian Koting, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
Bencana di awali turun hujan pada tanggal 23 November 2025 dan puncak hujan yang sangat deras disertai angin yang kencang mengakibatkan tanah menjadi gembur dan pepohonan yang berada dilereng maupun di puncak bukit goyang diakibatkan angin kencang.
Seorang Pemimpin Redasi media intelpostnews.com Budhi Cahyono, beserta keluarganya turut terjebak dalam bencana ini. Mereka berada di daerah yang terdampak longsor yakni desa Persikaman kecamatan Adiankoting. Adik kandungnya yang bersama juga masih hilang dan belum ada kabar berita sampai kini,
Sementara mobil yang mereka tumpangi belum dapat dievaluasi. Budhi terus berupaya melakukan pencarian adik kandungnya di tengah-tengah 98 titik longsor antara Sibolga Tapteng yang terjadi di jalur tersebut.
Budhi beserta anak anak nya selamat dari bencana longsor selama 3 hari terkurung tanpa ada akses listik, air bersih, jaringan komunikasi, kondisi pakaian basah dan juga tidak ada makanan. Ia selamat setelah keluar menempuh jalan dari Parsikaman menuju ke kota Tarutung melalui jalan darat yang terdampak longsor, seberangi sungai dan juga jalan kaki melalui hutan hutan sejauh 30 kilometer.
Situasi ini sangat memprihatinkan dan mencekam, hingga saat ini Pemerintah belum menetapkan status Bencana Nasional. Masyarakat dan tim evakuasi terus bekerja keras untuk mengevakuasi korban dan mencari warga yang hilang. Beberapa orang telah berhasil dievakuasi, namun jumlah korban jiwa dan kerugian materiil masih belum diketahui secara pasti.
Keluar dari bencana Budhi menjelaskan selama perjalanan bahwa di lokasi terdampak banyak melihan rumah dan puluhan jiwa yang masih tertimbun longsor.
“Dilokasi kami ada 3 orang mayat supir yang 1 (satu) masih didalam truk, i diluar kondisi kepala pecah tertimpa longsor, 1 lagi terbawa air ke sungai, alhamdulillah saya dan anak anak selamat keluar dari lokasi dengan berjlaan kaki puluhan kilometer. Mobil Walikota Sibolga berada didepan kami, tapi terjebak dilongsor jalan atas.” jelas Budhi.
Ia menambahkan, “satu jalan kami sama Walikota Sibolga, mereka didepan kami, adik kandung ku berada di mobil lain, tapi sampai sekarang belum ada kabar berita, dan kami seperti berada di dunia yang hilang, semoga pihak Pemerintah setempat cepat mengatasi jalan yang terdampak longsor agar dapat mengevakuasi para korban yang terjebak dilokasi.” papar Budhi sembari mengingat kejadian yang dialami beserta keluarganya. (AHP)








